b
Tampilkan postingan dengan label Mojowarno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mojowarno. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2026

Mimin

19 Desa di Kecamatan Mojowarno Jombang: Profil Lengkap dan Potensinya

Kecamatan Mojowarno merupakan salah satu wilayah administratif di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, yang berbatasan dengan Kecamatan Mojoagung di sebelah utara, Kecamatan Ngoro dan Bareng di sebelah selatan, Kecamatan Wonosalam dan Bareng di sebelah timur, serta Kecamatan Diwek dan Jogoroto di sebelah barat. Dengan luas wilayah sekitar 61,92 km², Kecamatan Mojowarno terbagi habis menjadi 72 dusun, 123 Rukun Warga (RW), dan 487 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di seluruh desa.


Sebagai salah satu desa di Jombang yang tergabung dalam wilayah administratif Kecamatan Mojowarno, setiap desa memiliki karakteristik dan potensi tersendiri yang turut mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.

Daftar 19 Desa di Kecamatan Mojowarno

Kecamatan Mojowarno terdiri atas 19 desa yang tersebar di wilayah administratifnya. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Catakgayam
  2. Gedangan
  3. Gondek
  4. Grobogan
  5. Japanan
  6. Karanglo
  7. Kedungpari
  8. Latsari
  9. Menganto
  10. Mojoduwur
  11. Mojojejer
  12. Mojowangi
  13. Mojowarno
  14. Penggaron
  15. Rejoslamet
  16. Selorejo
  17. Sidokerto
  18. Sukomulyo
  19. Wringinpitu

Setiap desa tersebut memiliki pemerintahan desa yang menjalankan fungsi pelayanan publik, administrasi kependudukan, serta program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Letak Geografis dan Batas Wilayah

Kecamatan Mojowarno terletak pada koordinat 07°24'01" - 07°45'01" Lintang Selatan dan 112°24'01" - 112°45'01" Bujur Timur. Posisi wilayahnya berada di kawasan yang diapit oleh beberapa kecamatan besar di Kabupaten Jombang, sehingga menjadikannya sebagai salah satu penghubung antarwilayah di kawasan selatan dan timur kabupaten.

Potensi dan Perkembangan Wilayah

Sektor Pertanian

Sebagian besar desa di Kecamatan Mojowarno mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat. Program dana desa di wilayah ini turut dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur perdesaan guna mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani.

Sektor Kerajinan dan Industri Rumah Tangga

Selain pertanian, sejumlah desa di Kecamatan Mojowarno juga dikenal memiliki usaha kerajinan dan industri rumah tangga, seperti pembuatan genteng dan mebel, yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga setempat.


Budaya dan Kearifan Lokal

Kecamatan Mojowarno memiliki nilai sejarah dan budaya yang khas, salah satunya keberadaan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno yang menjadi salah satu gereja tertua di Jawa Timur. Setiap tahunnya, masyarakat setempat juga menggelar tradisi Unduh-Unduh sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, yang menjadi salah satu daya tarik budaya di wilayah ini.

Sebagai bagian dari Kabupaten Jombang, Kecamatan Mojowarno dengan 19 desanya terus menunjukkan perkembangan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kerajinan, hingga pelestarian budaya dan tradisi lokal. Keberadaan setiap desa di Jombang yang berada dalam naungan Kecamatan Mojowarno diharapkan dapat terus bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Kamis, 12 Oktober 2023

Mimin

Wana Wisata Sumberboto Mojowarno

Tempat wisata alam Sumberboto berada di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Terletak di bagian timur Kabupaten Jombang, daerah ini memiliki wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, seperti sumber air dan bumi perkemahan yang luas. 

Terdapat kolam renang dengan mata air asli pegunungan yang dapat digunakan selain wisata alam yang dapat dinikmati keindahannya. Di kawasan wisata Sumberboto ini Anda tidak hanya akan menemukan pemandangan alam dan kolam renang; ada juga Monumen Sumberboto, yang menunjukkan sejarah perjuangan pasukan Wanara untuk kemerdekaan Indonesia.

Wisata Sumberboto terkenal dengan keindahan alam dan sumber mata airnya. Itu juga memiliki area perkemahan yang luas dan ramai dikunjungi pelajar. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan fasilitas seperti toilet dan musolah.

Sejarah Perjuangan Pasukan Wanara

Tempat wisata yang indah di Jombang, Sumberboto, memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Tempat ini dulunya adalah tempat penyimpanan persenjataan pasukan Wanara, lasykar perjuangan yang didirikan oleh para pegawai kehutanan. Berbagai macam senjata, termasuk peluru, granat, bom, dan lainnya, disimpan di Sumberboto untuk digunakan dalam perang melawan penjajah Belanda.

Pasukan Wanara membuka bom peninggalan Jepang setiap hari untuk mengolahnya menjadi peluru dan granat. Namun, pada tanggal 12 April 1948, lima anggota pasukan Wanara tewas dalam ledakan bom seberat 500 kg yang dibuka. Monumen Sumberboto kemudian dibangun di sana. Dua patung prajurit berdiri di sana sebagai penghormatan kepada mereka.

Sumberboto telah berkembang menjadi tempat wisata populer. Wana wisata ini dikelola oleh Perum Perhutani, yang telah membangun berbagai fasilitas, seperti kolam renang, wisma, pendapa, perkemahan, tempat rekreasi keluarga, dan warung-warung yang indah. Ini sekarang menjadi tempat rekreasi populer bagi penduduk Jombang dan daerah sekitarnya, terutama selama akhir pekan.

Sumberboto memiliki pemandangan alam yang indah, yang merupakan salah satu daya tarik utamanya. Hutan yang rindang dan asri telah menjadi ciri khas tempat ini, memberikan suasana sejuk dan menenangkan bagi mereka yang berkunjung.

Air dari tiga sumber di dekat pemandian: Sumbergondang, Sumberboto, dan Sumberkembang. Air dari Sumberboto dialirkan ke Sumbergondang, lalu dialirkan ke MCK. Air dari Sumberkembang digunakan untuk mengisi kolam renang.

Sumberboto memiliki banyak fasilitas, seperti bumi perkemahan, area outbond, area parkir, toilet, mushola, shelter, pintu gerbang, papan interpretasi, loket, aula, pos penjagaan, kolam renang, wisma, playground, papan penunjuk arah, listrik, dan warung makan.

Tempat perkemahan Sumberboto terdiri dari sembilan blok yang dapat menampung antara lima belas dan dua puluh tenda pramuka. Peserta kemah biasanya siswa SLTP dan SLTA di kota-kota sekitar.

Selasa, 10 Oktober 2023

Mimin

Situs Umpak Grobogan Jombang: Jejak Kuno yang Tersembunyi

Sejarah Jombang - Di jantung Dusun Sukorejo, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Jombang, terdapat sebuah peninggalan kuno yang mungkin tidak banyak yang mengetahuinya. Situs Umpak Grobogan, secara administratif, mungkin sulit ditemukan tanpa panduan yang tepat. Sayangnya, tidak ada petunjuk arah yang jelas menuju situs ini, sehingga eksplorasi menuju tempat ini bisa menjadi sedikit petualangan tersendiri. Untuk membantu Anda menemukan jalan, berikut rute menuju Situs Grobogan:

Mulailah dari Jombang dan arahkan langkah ke Mojoagung. Setelah mencapai Pertigaan Terminal Mojoagung, belok ke kanan (menuju selatan). Lanjutkan perjalanan selama sekitar 3.5 kilometer hingga Anda mencapai sebuah perempatan. Dari sini, belok kiri hingga Anda tiba di pelataran masjid di sisi kiri jalan desa.

Situs Grobogan memiliki sejarah yang menarik. Ini terdiri dari delapan umpak batu, yang terbagi menjadi tujuh yang berkelompok, dan satu lagi yang terpisah. Umpak-umpak ini, meskipun mungkin tidak begitu mencolok, memiliki fungsi yang sangat penting sebagai pondasi tiang penyangga sebuah bangunan. Bentuk umpaknya sendiri menarik, dengan segi delapan di bagian atas dan persegi di bagian bawah. Selain itu, pada umpak tersebut terdapat pahatan sederhana yang menambah daya tariknya.

Di bagian atas umpak, Anda akan menemukan lubang berbentuk persegi yang dulunya digunakan untuk menancapkan tiang bangunan. Kemungkinan besar, Situs Grobogan ini adalah situs yang dulunya adalah pendopo. Bagian tiang dan atap bangunan mungkin telah lenyap, mungkin karena terbuat dari bahan yang mudah lapuk. Meskipun misteri dan keindahan sejarah yang terkandung di Situs Grobogan ini mungkin tersembunyi, mereka menunggu untuk diungkapkan dan dihargai oleh mereka yang mencari jejak kuno di Jombang.

Mimin

Misteri Situs Yoni Gambar: Jejak Bersejarah di Mojowarno, Jombang

Di tengah Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, tersembunyi sebuah situs bersejarah yang menarik perhatian para peneliti dan pengunjung. Dikenal sebagai Situs Yoni Gambar, kadang juga disebut Mbah Gambar oleh penduduk setempat, situs ini terbuat dari batu andesit dengan orientasi menghadap barat.

Yoni Gambar

Yang membuat Yoni Gambar begitu menarik adalah bentuk segi delapan yang unik, dengan sebuah lubang berbentuk persegi di bagian atasnya. Namun, makna yang lebih mendalam terkandung dalam Yoni ini, sesuai dengan konsep Hindu. Yoni adalah simbol Dewi Uma atau Parwati, pasangan Dewa Siwa yang dilambangkan oleh lingga.

Pada permukaan Yoni, terdapat sebuah lubang di bagian tengah yang digunakan untuk meletakkan lingga. Lingga ini terhubung melalui sebuah saluran sempit, yang berfungsi sebagai pancuran. Air yang dicurahkan pada lingga Yoni mengalir melalui saluran ini dan dianggap sebagai air suci yang digunakan dalam ritual keagamaan.

Yoni Gambar mojowarno


Yoni juga memiliki makna lebih besar sebagai penanda dalam pola keruangan tertentu. Menurut Nurhadi Rangkuti, Yoni Gambar, bersama dengan Yoni Lebakjabung dan Yoni di Situs Bhre Kahuripan, merupakan titik-titik terluar dari kawasan yang menjadi ibukota Majapahit. Situs Yoni Gambar ini mengandung banyak misteri dan sejarah yang menarik, menjadikannya destinasi menarik bagi para peneliti dan pencari petualangan yang ingin memahami lebih dalam warisan budaya dan agama di wilayah ini.